
Highguard Hentikan Server Kurang dari Sebulan
Isi cerita – Kabar mengejutkan datang dari pengembang Wildlight Entertainment terkait game shooter mereka Highguard. Studio tersebut mengumumkan bahwa server game akan ditutup secara permanen setelah peluncuran yang dianggap kurang berhasil.
“Baca Juga: MacBook Neo Terungkap, Diduga Pakai A18 Pro”
Dalam pengumuman resmi, tim pengembang menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah yang berat. Namun setelah mempertimbangkan berbagai faktor, mereka memutuskan untuk menghentikan operasional game sepenuhnya. Server Highguard dijadwalkan akan dimatikan pada 12 Maret 2026. Setelah tanggal tersebut, pemain tidak lagi dapat mengakses permainan secara online. Penutupan ini menandai akhir perjalanan singkat game tersebut sejak dirilis pada awal tahun. Wildlight juga menyampaikan pesan kepada komunitas pemain. Mereka mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang telah mendukung game sejak hari pertama peluncuran.
Dalam pengumuman yang sama, tim pengembang membagikan sejumlah statistik mengenai perjalanan game tersebut. Sejak peluncurannya, lebih dari dua juta pemain tercatat pernah mencoba Highguard.
Banyak pemain yang memberikan umpan balik kepada pengembang melalui komunitas dan media sosial. Sebagian pemain juga membuat konten terkait game tersebut di berbagai platform digital. Wildlight menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Tim pengembang menyebut kepercayaan komunitas menjadi salah satu motivasi mereka selama mengembangkan game ini.
Namun meskipun jumlah pemain awal cukup besar, studio mengakui bahwa mereka tidak berhasil mempertahankan basis pemain aktif dalam jangka panjang. Model game live service sangat bergantung pada komunitas yang stabil agar dapat terus berjalan.
Salah satu penyebab utama penutupan server adalah respon negatif dari pemain sejak awal peluncuran. Highguard resmi dirilis pada 26 Januari 2026 dengan ekspektasi yang cukup tinggi. Sebagian pemain menilai gameplay yang ditawarkan terasa kurang mendalam. Beberapa ulasan juga menyebut bahwa konten dalam game terasa kosong dibandingkan dengan ekspektasi awal.
Selain itu, game ini sebelumnya dipromosikan sebagai FPS dengan pendekatan baru dalam genre shooter kompetitif. Ekspektasi tinggi tersebut membuat sebagian pemain merasa kecewa ketika pengalaman bermain tidak sesuai harapan. Situasi ini membuat reputasi game menurun dalam waktu singkat. Dalam industri game live service, respon awal dari pemain sering menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang.
Ekspektasi terhadap Highguard juga meningkat karena penampilannya di acara The Game Awards pada tahun 2025. Game ini bahkan menjadi salah satu trailer penutup dalam acara tersebut. Biasanya posisi tersebut diberikan kepada proyek yang sangat dinantikan oleh komunitas gamer. Karena itu banyak pemain berharap Highguard akan menjadi game shooter besar berikutnya.
Namun kenyataannya, respon pemain setelah peluncuran tidak sejalan dengan ekspektasi tersebut. Banyak gamer menilai hype yang dibangun sebelum rilis terlalu tinggi. Keputusan studio untuk tetap menjalankan rencana peluncuran juga menjadi sorotan. Manajemen Wildlight disebut terlalu percaya diri dengan strategi awal yang mereka rancang.
Studio awalnya berencana menggunakan strategi peluncuran mendadak atau shadowdrop. Strategi ini pernah sukses digunakan dalam peluncuran Apex Legends ketika tim pengembang masih bekerja di Respawn Entertainment.
Namun strategi tersebut tidak memberikan hasil yang sama untuk Highguard. Tanpa kampanye komunikasi yang kuat, banyak pemain merasa kurang mendapatkan informasi tentang game sebelum peluncuran.
Kurangnya komunikasi dari pengembang setelah trailer diumumkan juga memperburuk situasi. Banyak pemain menjadi skeptis karena tidak mendapatkan pembaruan yang jelas mengenai perkembangan game. Situasi ini membuat hype yang semula tinggi perlahan menurun sebelum game benar-benar dirilis.
“Baca Juga: Razer Rilis Sleeve Laptop dengan Charging Pad”
Masalah lain yang memperburuk kondisi proyek adalah pemutusan hubungan kerja di studio tersebut. Tidak lama setelah peluncuran game, sebagian besar tim pengembang dilaporkan terkena PHK. Setelah gelombang pemutusan tersebut, jumlah staf yang tersisa di studio diperkirakan hanya sekitar 20 orang. Dengan tim yang jauh lebih kecil, pengembangan dan dukungan terhadap game menjadi semakin sulit. Kondisi ini membuat keberlanjutan proyek semakin diragukan. Pada akhirnya studio memutuskan untuk menghentikan layanan game secara permanen.
Penutupan Highguard menjadi contoh lain betapa kompetitifnya pasar game live service. Bahkan dengan tim berpengalaman dan konsep ambisius, mempertahankan perhatian pemain dalam jangka panjang tetap menjadi tantangan besar bagi pengembang.