
Infinix SMART 20e Jadi Smartphone Entry-Level Baru
Isi cerita – Infinix tampaknya sedang menyiapkan smartphone entry-level baru untuk pasar Indonesia. Infinix Smart 20e baru saja muncul dalam database sertifikasi SDPPI Postel. Sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi. Kemunculan perangkat tersebut menjadi indikasi bahwa peluncuran resminya semakin dekat. Infinix mendaftarkan perangkat dengan nomor model X6843B dalam database sertifikasi tersebut. Dokumen sertifikasi juga mengonfirmasi nama pemasaran perangkat sebagai Infinix Smart 20e. Kehadiran sertifikasi menjadi salah satu tahapan penting sebelum perangkat beredar secara resmi. Infinix belum mengungkapkan tanggal peluncuran Smart 20e di Indonesia.
“Baca Juga: Anker Hadirkan Travel Charging Station 6-in-1 150W”
Selain SDPPI Postel, perangkat dengan nomor model X6843B juga muncul dalam database P3DN. Database tersebut berada di bawah Kementerian Perindustrian atau Kemenperin. Perangkat tersebut tercatat telah memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. Nilai TKDN yang tercatat mencapai 35,05 persen pada awal September. Data tersebut juga mencantumkan dukungan konektivitas 4G LTE pada perangkat. Sertifikasi TKDN menjadi persyaratan penting bagi perangkat telekomunikasi sebelum dipasarkan di Indonesia. Kombinasi sertifikasi TKDN dan SDPPI memperkuat indikasi kehadiran Smart 20e di pasar lokal. Namun, Infinix masih belum memberikan pengumuman resmi mengenai harga perangkat tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, Infinix Smart 20e akan menggunakan chipset MediaTek Helio G81. Chipset tersebut sebelumnya juga digunakan pada Infinix Smart 20 versi standar. Helio G81 dirancang untuk perangkat kelas entry-level dengan fokus pada penggunaan harian. Penggunaan chipset yang sama membuat posisi Smart 20e terlihat cukup menarik. Biasanya, model dengan akhiran “e” menawarkan spesifikasi lebih rendah dibandingkan model reguler. Namun, beberapa spesifikasi Smart 20e justru menunjukkan pendekatan berbeda. Salah satunya terlihat pada kapasitas baterai yang dikabarkan mencapai 6.000mAh. Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan baterai 5.200mAh pada Smart 20 standar. Perbedaan tersebut membuat konfigurasi Smart 20e cukup menarik di kelas harganya.
Infinix Smart 20e juga dikabarkan mempertahankan layar berukuran 6,78 inci. Panel tersebut disebut menawarkan resolusi HD+ untuk kebutuhan visual sehari-hari. Layarnya juga dikabarkan memiliki refresh rate hingga 120Hz. Refresh rate tinggi dapat membuat animasi antarmuka terasa lebih halus ketika pengguna menggulir layar. Spesifikasi tersebut cukup umum ditemukan pada smartphone entry-level Infinix beberapa tahun terakhir. Kombinasi layar besar dan refresh rate tinggi dapat menjadi salah satu daya tarik perangkat. Namun, resolusi HD+ menunjukkan bahwa Infinix tetap mempertahankan pendekatan hemat biaya. Perangkat tersebut kemungkinan menyasar pengguna yang membutuhkan layar luas untuk konsumsi konten.
“Baca Juga: Suno AI Kembali Digugat Sony Music dan Universal Music”
Untuk memori, Infinix Smart 20e dikabarkan menggunakan RAM berjenis LPDDR4X. Sementara itu, penyimpanan internalnya disebut mengandalkan teknologi eMMC 5.1. Kombinasi tersebut masih lazim digunakan pada smartphone entry-level dengan orientasi harga terjangkau. Teknologi tersebut menawarkan kemampuan yang cukup untuk aplikasi dan kebutuhan penggunaan harian. Namun, performanya tentu berbeda dibandingkan perangkat yang menggunakan penyimpanan UFS. Sampai sekarang, Infinix belum mengungkap kapasitas RAM dan penyimpanan Smart 20e. Harga dan konfigurasi lengkapnya juga masih menunggu pengumuman resmi perusahaan. Dengan sertifikasi yang sudah dikantongi, Smart 20e berpeluang segera melengkapi jajaran smartphone murah Infinix di Indonesia.