
Krafton Fokus pada AI, Tawarkan Pengunduran Diri Sukarela kepada Karyawan
Isi cerita – Krafton, penerbit di balik game populer seperti PUBG dan Subnautica, telah mengumumkan program pengunduran diri sukarela (VSP) bagi seluruh karyawan. Program ini mencakup semua level pekerja, bahkan termasuk mereka yang masih berstatus junior. Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak. Mengingat perusahaan baru saja mencatatkan performa terbaik dalam sejarahnya, dengan laporan keuangan terbaru yang menunjukkan hasil luar biasa. Langkah ini muncul tak lama setelah Krafton mengumumkan komitmennya untuk bertransformasi menjadi perusahaan “AI First”, yang akan fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan game.
“Baca Juga: Microsoft Ciptakan Tim Superintelligence untuk Solusi Lebih Humanis”
Krafton mengungkapkan bahwa keputusan untuk menawarkan pengunduran diri sukarela ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi era kecerdasan buatan yang semakin berkembang. CEO Krafton menjelaskan bahwa perusahaan ingin memfokuskan diri pada pengembangan game dengan teknologi AI yang lebih canggih. Program ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada karyawan agar dapat merancang arah karier mereka secara lebih mandiri, di tengah perubahan besar dalam industri teknologi.
Program pengunduran diri sukarela ini juga bertujuan untuk menyusun ulang struktur internal perusahaan agar lebih efisien dan adaptif terhadap kebutuhan pasar yang semakin dinamis. Krafton menyatakan bahwa mereka akan berhenti hampir seluruh proses perekrutan karyawan baru, kecuali untuk posisi yang berhubungan langsung dengan pengembangan IP (intellectual property) dan tenaga ahli untuk riset AI.
Krafton menawarkan kompensasi yang berbeda-beda untuk karyawan yang memilih untuk mengundurkan diri secara sukarela. Program ini memberikan kompensasi mulai dari enam bulan gaji bagi karyawan yang memiliki masa kerja di bawah satu tahun. Hingga 36 bulan gaji untuk mereka yang sudah bekerja lebih dari 11 tahun. Perusahaan menyebutkan bahwa meskipun menawarkan program pengunduran diri sukarela, langkah ini bukanlah sebuah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, tetapi lebih pada kesempatan bagi karyawan untuk mengevaluasi jalur karier mereka dalam kontek transformasi perusahaan.
Meskipun penawaran ini bersifat sukarela, perusahaan berharap langkah ini dapat memberi dampak positif bagi mereka yang memilih untuk tetap bergabung dengan Krafton di tengah transformasi besar-besaran yang sedang berlangsung.
Krafton menggarisbawahi bahwa dengan langkah ini. Mereka ingin lebih memfokuskan sumber daya untuk pengembangan game berbasis kecerdasan buatan dan IP orisinal. Sebagai bagian dari perubahan ini. Krafton berencana untuk mengembangkan game yang tidak hanya mengandalkan kreativitas manusia. Tetapi juga teknologi AI yang dapat menghadirkan pengalaman bermain lebih mendalam dan adaptif.
Rencana ini juga sejalan dengan strategi besar Krafton dalam meningkatkan inovasi dan keunggulan kompetitif di pasar game global. Dengan AI yang terus berkembang, Krafton berharap dapat menciptakan game yang lebih imersif, cerdas, dan responsif terhadap perilaku pemain.
“Baca Juga: RedMagic 11 Pro Lolos TKDN, Siap Masuk Pasar Indonesia”
Transformasi Krafton ke arah “AI First” ini tentu memiliki dampak besar pada industri game secara keseluruhan. Dengan fokus yang lebih besar pada pengembangan berbasis AI. Perusahaan ini berpotensi memimpin tren baru dalam cara game dikembangkan dan dimainkan. Sementara itu, langkah Krafton untuk menghentikan hampir seluruh perekrutan baru di luar divisi terkait AI menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berinovasi dalam teknologi. Tetapi juga dalam model bisnis mereka.
Ke depan, dunia game kemungkinan akan melihat lebih banyak perusahaan mengikuti jejak Krafton. Beralih ke pengembangan yang lebih dipengaruhi oleh kecerdasan buatan. Meskipun demikian, bagaimana para karyawan yang tersisa akan beradaptasi dengan perubahan ini. Serta bagaimana langkah ini akan mempengaruhi citra Krafton di mata konsumen dan industri. Masih menjadi pertanyaan besar.
Dengan langkah ini, Krafton berharap dapat lebih memfokuskan diri untuk menciptakan inovasi yang relevan dengan tren teknologi terbaru. Sambil mempersiapkan diri menghadapi tantangan baru di pasar yang semakin kompetitif.