
Update Terbaru Windows 11 Picu Masalah Gagal Booting PC
Isi cerita – Awal tahun 2026 menjadi periode yang mengecewakan bagi sebagian pengguna Windows 11 di berbagai negara. Pembaruan keamanan Windows 11 yang dirilis pada Januari 2026 justru memicu gangguan serius pada sistem. Alih-alih meningkatkan perlindungan perangkat, update ini menyebabkan sejumlah komputer gagal melakukan proses booting. Pengguna yang terdampak tidak dapat masuk ke sistem operasi sama sekali setelah pembaruan terpasang. Kondisi tersebut membuat komputer tidak bisa digunakan untuk aktivitas apa pun. Masalah ini langsung menimbulkan kekhawatiran luas karena pembaruan keamanan seharusnya menjaga stabilitas dan keamanan sistem.
“Baca Juga: GTA VI Bakal Rilis Digital, Hindari Risiko Spoiler”
Gejala utama yang dialami pengguna adalah munculnya pesan galat bertuliskan UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME saat perangkat dinyalakan. Pada sebagian kasus, layar hanya menampilkan pesan kesalahan berwarna hitam yang menyatakan perangkat mengalami masalah dan perlu di-restart. Proses restart tidak menyelesaikan gangguan yang terjadi. Sistem justru kembali ke layar galat yang sama secara berulang. Situasi ini membuat pengguna terjebak dalam siklus kesalahan tanpa akses ke desktop Windows. Kondisi tersebut sangat menyulitkan, terutama bagi pengguna yang tidak terbiasa melakukan pemulihan sistem secara manual.
Informasi mengenai gangguan ini pertama kali mencuat melalui laporan dari tom’sHardware. Media teknologi tersebut menyebutkan bahwa kegagalan booting terjadi setelah pembaruan keamanan terbaru dipasang. Laporan berasal dari berbagai pengguna dengan konfigurasi perangkat yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa masalah tidak terbatas pada merek atau jenis perangkat tertentu. Banyak pengguna mengaku sistem mereka sebelumnya berjalan normal tanpa gangguan berarti. Setelah pembaruan, komputer langsung tidak dapat masuk ke sistem. Tom’sHardware menilai masalah ini sebagai salah satu gangguan pembaruan paling menyebalkan dalam beberapa waktu terakhir.
Hingga akhir Januari 2026, belum ada perbaikan resmi yang dirilis oleh Microsoft untuk mengatasi masalah gagal booting tersebut. Perusahaan juga belum memberikan penjelasan teknis terperinci mengenai penyebab gangguan. Kondisi ini menambah kekecewaan di kalangan pengguna Windows 11. Biasanya, Microsoft merespons cepat masalah kritis melalui pembaruan lanjutan. Namun, dalam kasus ini, pengguna belum menerima solusi otomatis melalui Windows Update. Ketiadaan perbaikan resmi membuat sebagian pengguna merasa pembaruan keamanan kali ini kurang matang dalam tahap pengujian.
“Baca Juga: Clockspeed Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Tembus 5 GHz”
Untuk sementara, satu-satunya solusi yang dapat dilakukan adalah mengakses Windows Recovery Environment atau WinRE. Melalui menu pemulihan tersebut, pengguna dapat menghapus instalasi pembaruan keamanan terbaru secara manual. Langkah ini memungkinkan sistem kembali ke kondisi sebelum update dipasang. Namun, proses tersebut tidak mudah bagi semua pengguna dan berisiko jika dilakukan tanpa pemahaman yang cukup. Banyak pengguna berharap Microsoft segera merilis perbaikan resmi yang lebih aman. Ke depan, kasus ini menjadi pengingat penting tentang perlunya pengujian pembaruan yang lebih ketat sebelum dirilis ke publik.