
Lexar Sebut Harga RAM Berpotensi Melonjak 2x Tahun Ini
Isi cerita – Kabar kurang menggembirakan kembali datang dari industri teknologi. Lexar memprediksi harga RAM global berpotensi melonjak drastis hingga dua kali lipat menjelang akhir 2026.
Prediksi tersebut tidak hanya berlaku untuk pasar internasional. Konsumen di Indonesia juga diperkirakan akan merasakan dampak kenaikan harga tersebut.
Informasi ini diungkapkan oleh Chris Xia, Regional Manager Lexar untuk Australia dan New Zealand. Pernyataannya disampaikan dalam laporan yang dikutip oleh Tom’s Hardware.
“Baca Juga: Final Fantasy Resonance Hadir Oktober 2026, Pre-Order Resmi Dibuka”
Menurut Chris Xia, lonjakan harga RAM dipicu oleh perubahan besar di industri semikonduktor. Permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan atau AI terus meningkat sepanjang beberapa tahun terakhir.
Akibatnya, produsen memori mulai mengalihkan fokus produksi mereka ke jenis memori yang lebih menguntungkan. Kondisi tersebut berimbas langsung pada pasokan RAM untuk komputer konsumen.
Jika tren ini terus berlanjut, harga RAM diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun. Pengguna yang berencana merakit atau meningkatkan PC kemungkinan harus menyiapkan anggaran lebih besar.
Chris Xia menjelaskan bahwa ledakan industri AI menjadi faktor utama di balik perubahan pasar memori. Permintaan terhadap server AI meningkat sangat pesat.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tiga produsen memori terbesar dunia mengubah strategi produksi mereka. Samsung, SK hynix, dan Micron kini memprioritaskan produksi High-Bandwidth Memory atau HBM.
HBM merupakan jenis memori berkecepatan tinggi yang banyak digunakan pada akselerator AI dan pusat data modern. Permintaan terhadap produk ini terus meningkat seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan.
Karena fokus produksi beralih ke HBM, kapasitas untuk memproduksi RAM konsumen menjadi lebih terbatas. Pasokan DDR4 maupun DDR5 pun berpotensi mengalami penurunan.
Kondisi tersebut menciptakan ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan produk di pasar. Ketika stok semakin sedikit, harga biasanya akan bergerak naik.
Chris Xia menilai situasi ini tidak akan berubah dalam waktu dekat. Produsen memori kemungkinan masih akan mengutamakan HBM karena margin keuntungan yang lebih tinggi.
Dengan demikian, pengguna komputer rumahan maupun gamer perlu bersiap menghadapi kenaikan harga yang lebih besar. Pasar RAM diperkirakan akan tetap bergejolak hingga beberapa bulan mendatang.
Di tengah prediksi kenaikan harga, sebagian konsumen mungkin masih menemukan RAM dengan harga diskon. Namun, Lexar mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu berlangsung lama.
Chris Xia menjelaskan bahwa diskon yang muncul di toko retail maupun e-commerce umumnya berasal dari stok lama. Penjual berusaha menghabiskan inventaris sebelum menerima produk baru.
Menurutnya, stok baru akan datang dengan harga yang jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, harga promosi yang terlihat saat ini tidak mencerminkan kondisi pasar ke depan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga arus kas dan likuiditas bisnis. Retailer ingin mengurangi stok lama agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan harga berikutnya.
Konsumen yang berencana membeli RAM disarankan untuk memperhatikan kondisi pasar dengan saksama. Harga yang terlihat murah saat ini bisa jadi merupakan kesempatan terakhir sebelum kenaikan lebih besar terjadi.
Meski begitu, keputusan membeli tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran masing-masing. Pasar perangkat keras komputer dikenal memiliki fluktuasi yang dipengaruhi banyak faktor.
Dampak kenaikan harga RAM ternyata tidak hanya dirasakan oleh pembeli komponen. Industri PC secara keseluruhan juga mulai merasakan tekanan.
Chris Xia mengungkapkan bahwa penjualan motherboard global mengalami penurunan signifikan. Angkanya bahkan disebut telah turun hingga sekitar 25 persen.
Banyak konsumen memilih menunda perakitan komputer baru. Mereka menunggu harga komponen kembali stabil sebelum melakukan pembelian.
RAM menjadi salah satu komponen penting dalam sebuah PC. Ketika harganya melonjak, biaya keseluruhan untuk merakit komputer ikut meningkat.
Akibatnya, minat konsumen untuk membeli perangkat baru menjadi berkurang. Situasi ini turut memengaruhi penjualan komponen lain yang berkaitan dengan ekosistem PC.
Produsen dan retailer kini harus menghadapi tantangan baru. Mereka perlu menyesuaikan strategi bisnis di tengah perubahan pasar yang dipengaruhi perkembangan AI.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dapat membawa dampak luas. Tidak hanya menciptakan peluang baru, tetapi juga mengubah rantai pasok industri yang sudah berjalan selama bertahun-tahun.
“Baca Juga: Edifier LolliClip SE Hadir dengan Baterai hingga 40 Jam”
Prediksi Lexar mengenai lonjakan harga RAM menjadi perhatian besar bagi industri teknologi. Apalagi, kebutuhan memori terus meningkat seiring berkembangnya aplikasi dan perangkat modern.
Fokus produsen pada HBM untuk AI diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Hal itu membuat pasokan RAM untuk konsumen berpotensi tetap terbatas.
Jika kondisi pasar tidak berubah, harga RAM dapat terus meningkat hingga akhir 2026. Konsumen yang ingin meningkatkan kapasitas memori atau merakit PC baru perlu mempertimbangkan waktu pembelian dengan cermat.
Di sisi lain, perkembangan AI menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengubah prioritas industri secara cepat. Produsen memori kini harus menyeimbangkan kebutuhan pasar konsumen dan permintaan sektor pusat data.
Meski prediksi tersebut belum tentu terjadi sepenuhnya, peringatan dari Lexar memberikan gambaran mengenai arah pasar memori saat ini. Pengguna pun diharapkan lebih waspada dan mengikuti perkembangan harga sebelum mengambil keputusan pembelian.