
Presiden Prabowo Siapkan Solusi Internet Murah untuk Sekolah Terpencil
Isi cerita – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan solusi teknologi internet murah yang akan menjangkau sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di daerah-daerah terpencil yang belum memiliki akses internet stabil. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan digital di Indonesia, sehingga setiap anak, di mana pun mereka berada, bisa mendapatkan kualitas pendidikan yang sama. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk mendigitalisasi pendidikan Indonesia dengan biaya terjangkau.
“Baca Juga: Razer Raiju V3 Pro: Kontroler Wireless PS5 untuk Gaming Elite”
Sejak lama, layanan internet satelit seperti Starlink milik SpaceX digunakan sebagai solusi di daerah tanpa akses internet kabel. Namun, biaya langganan bulanan yang mencapai Rp479.000 serta harga perangkat sekitar Rp7,8 juta membuat layanan ini tidak terjangkau untuk banyak sekolah di wilayah terpencil. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah kini telah menemukan teknologi alternatif yang jauh lebih murah dibandingkan Starlink. Teknologi ini dirancang agar bisa dipasang di setiap sekolah dengan biaya yang lebih rendah dan dapat mengakses internet tanpa memerlukan biaya langganan yang besar.
Selain memperkenalkan teknologi internet murah. Pemerintah juga menyalurkan perangkat interactive flat panel (IFP) atau layar pintar ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 50.000 sekolah sudah menerima perangkat tersebut, dan targetnya adalah 288.000 unit pada akhir tahun ini. Layar pintar ini dilengkapi dengan komputer berisi ribuan konten pembelajaran digital yang mencakup seluruh silabus nasional. Materi pelajaran seperti Bahasa Inggris, Mandarin, dan Matematika sudah tersedia, sehingga siswa dapat belajar dengan materi yang terkini.
Dengan adanya layar pintar, sekolah-sekolah di daerah terpencil yang kekurangan guru berkualitas kini bisa mengakses materi pelajaran secara digital. Setiap siswa dapat mengulang pelajaran kapan saja, dan guru dapat menambahkan materi sesuai kebutuhan. Pemerintah menargetkan agar setiap sekolah memiliki satu unit layar digital pada akhir tahun ini. Target tersebut akan ditingkatkan menjadi empat unit per sekolah pada tahun 2026 dan enam unit pada 2027, sehingga setiap kelas di sekolah bisa memiliki akses teknologi pembelajaran modern.
Pemerintah juga berencana untuk membangun studio pengajaran terpusat di Jakarta. Studio ini akan menjadi tempat bagi guru-guru terbaik Indonesia untuk mengajar secara daring, memberikan kesempatan bagi siswa di daerah terpencil untuk belajar langsung dari pengajar berkualitas. Menurut Presiden Prabowo, “Guru terbaik akan mengajar dari studio ini, dan pelajaran mereka bisa diterima oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.” Dengan adanya studio ini, kualitas pengajaran di daerah-daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian akan meningkat secara signifikan.
“Baca Juga: Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang”
Langkah pemerintah untuk menghadirkan teknologi internet murah dan perangkat digital ke sekolah-sekolah menunjukkan komitmen nyata dalam pemerataan akses pendidikan dan teknologi di Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur digital yang lebih kuat. Indonesia semakin dekat menuju masa depan di mana setiap anak di seluruh penjuru negeri memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Inisiatif ini diharapkan akan mengurangi kesenjangan pendidikan antar daerah dan memastikan semua siswa, tanpa terkecuali. Dapat menikmati manfaat dari pendidikan digital yang berkualitas.