
Exynos 1680 Muncul di Benchmark, Bawa Performa GPU Lebih Ganas
Isi cerita – Samsung bersiap merilis SoC kelas menengah terbaru mereka, Exynos 1680, yang kemungkinan besar akan memulai debut di Galaxy A57 pada tahun 2026. Bocoran benchmark terbaru dari Geekbench mengungkap detail penting terkait konfigurasi CPU, GPU, serta peningkatan performa dari generasi sebelumnya. Yang paling menarik perhatian, Exynos 1680 menunjukkan lonjakan signifikan dalam kinerja grafis—bahkan diklaim dua kali lebih tinggi dibanding pendahulunya, Exynos 1580.
“Baca Juga: Escape from Tarkov Blokir 3600 Cheater dalam Tiga Pekan”
Berdasarkan laporan dari Sammobile, Exynos 1680 terlihat di platform Geekbench dengan nomor model S5E8865. Dalam pengujian OpenCL, chipset ini mencetak skor 6.330 poin, jauh melampaui Exynos 1580 yang sebelumnya hanya mencetak sekitar 3.050 poin pada pengujian serupa. Artinya, ada peningkatan performa GPU hingga lebih dari dua kali lipat, sebuah angka yang mencerminkan lompatan besar dalam kemampuan grafis mid-range Samsung.
Peningkatan ini menjadikan Exynos 1680 kandidat kuat untuk menghadirkan pengalaman gaming dan multimedia yang lebih halus di perangkat kelas menengah, khususnya jika dibandingkan dengan SoC kompetitor seperti Snapdragon seri 6 atau MediaTek Dimensity di kelas yang sama.
Peningkatan kinerja grafis pada Exynos 1680 didukung oleh GPU Xclipse 550. Yang memiliki dua compute units dan berjalan pada frekuensi 1.306 MHz. Ini bukan sekadar angka—GPU ini dibangun dengan arsitektur AMD RDNA 3.5, teknologi grafis terbaru yang juga digunakan pada chipset flagship Exynos 2500.
Kolaborasi Samsung dengan AMD dalam menghadirkan teknologi grafis mutakhir ke dalam SoC mid-range jelas merupakan langkah strategis. Ini menunjukkan Samsung tak lagi menjadikan lini Exynos mid-range sebagai sekadar pelengkap, melainkan produk dengan nilai kompetitif tinggi yang siap bersaing di pasar global.
Selain GPU, peningkatan juga terjadi pada sisi CPU. Exynos 1680 hadir dengan delapan inti CPU, yang terbagi menjadi:
1 core prime @ 2.0 GHz
4 core performa @ 1.95 GHz
3 core efisiensi @ 1.70 GHz
Ini berbeda dari Exynos 1580, yang hanya menawarkan konfigurasi 4 core performa dan 4 core efisiensi tanpa core utama khusus. Penambahan core prime menunjukkan Samsung berupaya menyempurnakan performa untuk skenario berat tanpa mengorbankan efisiensi daya. Konfigurasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja multitasking dan efisiensi dalam penggunaan baterai, yang menjadi aspek penting dalam perangkat mid-range.
“Baca Juga: Menkominfo Klarifikasi Isu WhatsApp Call Berbayar dan Internet Premium”
Meski Samsung belum mengumumkan secara resmi, Exynos 1680 kemungkinan besar akan memulai debutnya di Galaxy A57. Penerus Galaxy A55 yang populer di segmen menengah. Peluncuran smartphone ini diprediksi terjadi pada awal 2026, sesuai pola rilis tahunan Samsung di lini Galaxy A-series.
Performa akhir Exynos 1680 tetap harus dibuktikan dalam pengujian dunia nyata. Optimalisasi perangkat keras dan perangkat lunak akan menjadi penentu apakah peningkatan di atas kertas akan terasa signifikan oleh pengguna.