
Chip AI Baru AMD Unjuk Kemampuan di CES 2026
Isi cerita – Advanced Micro Devices atau AMD memamerkan jajaran chip kecerdasan buatan terbarunya dalam ajang Consumer Electronics Show 2026 yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat. Salah satu sorotan utama adalah diperkenalkannya prosesor AI MI455 yang dirancang sebagai komponen inti untuk pusat data berskala besar. Chip ini diposisikan sebagai solusi komputasi AI kelas data center dengan performa tinggi untuk kebutuhan pelatihan dan inferensi model berskala masif.
“Baca Juga: Trump Tinjau Opsi Militer ke Iran, Opsi Diplomasi Tetap Ada”
AMD mengonfirmasi bahwa MI455 akan dipasarkan kepada perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kebutuhan komputasi AI ekstrem. Salah satu calon pelanggan utama yang disebut adalah OpenAI, pengembang ChatGPT. Kehadiran MI455 menjadi sinyal keseriusan AMD untuk memperluas perannya di ekosistem AI global yang selama ini didominasi oleh pemain tertentu.
Selain MI455, AMD juga meluncurkan chip AI MI440X yang ditujukan khusus untuk segmen enterprise. Berbeda dengan prosesor AI yang membutuhkan infrastruktur klaster khusus, MI440X dirancang agar dapat digunakan pada sistem data center standar yang sudah ada. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas lebih bagi perusahaan yang ingin mengadopsi AI tanpa harus melakukan investasi besar pada infrastruktur baru.
MI440X diposisikan sebagai solusi AI yang lebih mudah diintegrasikan ke lingkungan bisnis konvensional. Dengan desain tersebut, AMD berharap dapat menjangkau pasar enterprise yang lebih luas, terutama perusahaan yang mulai mengadopsi AI namun belum membangun pusat data khusus kecerdasan buatan.
Keseriusan AMD dalam menantang dominasi pasar chip AI terlihat jelas saat CEO AMD, Lisa Su, berbagi panggung dengan Presiden OpenAI, Greg Brockman, dalam sesi keynote di CES 2026. Kehadiran Brockman menegaskan pentingnya kemajuan perangkat keras bagi perkembangan kecerdasan buatan, khususnya untuk kebutuhan komputasi OpenAI yang terus meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Brockman menyoroti bahwa skala komputasi yang dibutuhkan model AI generasi terbaru sangat bergantung pada inovasi chip. Kolaborasi ini memperlihatkan posisi AMD sebagai salah satu pemasok potensial teknologi AI untuk perusahaan riset dan pengembang model bahasa besar di masa depan.
Dalam presentasinya, Lisa Su juga memberikan gambaran mengenai prosesor generasi berikutnya, MI500, yang dijadwalkan meluncur pada 2027. Chip ini diklaim akan menawarkan peningkatan kinerja hingga 1.000 kali lipat dibandingkan prosesor AMD generasi lama. Klaim tersebut menunjukkan ambisi AMD untuk mengejar ketertinggalan sekaligus melampaui standar performa saat ini.
Di sisi lain, kompetitor utama AMD, NVIDIA, turut mengumumkan platform AI terbaru mereka di CES 2026 yang diberi nama Rubin. CEO NVIDIA, Jensen Huang, menyatakan bahwa platform enam chip tersebut telah memasuki tahap produksi penuh dan akan tersedia pada paruh kedua 2026. Arsitektur Rubin diklaim memiliki efisiensi pembuatan token hingga sepuluh kali lipat lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
“Baca Juga: Sukses di Steam, Dev Peak Dapat Apresiasi Unik dari Valve”
Selain chip server AI, AMD juga memamerkan inovasi lain yang menyasar segmen konsumen dan industri. Perusahaan meluncurkan prosesor Ryzen AI 400 Series untuk PC berbasis AI serta Ryzen AI Max+ yang ditujukan untuk kebutuhan gaming kelas berat. Langkah ini menunjukkan bahwa strategi AMD tidak hanya terfokus pada pusat data, tetapi juga pada komputasi AI di perangkat personal.
Acara peluncuran AMD semakin menarik dengan kehadiran Daniele Pucci, CEO Generative Bionics. Ia memamerkan GENE.01, sebuah robot humanoid yang ditenagai teknologi AMD. Pucci menyebut robot komersial pertama mereka direncanakan mulai diproduksi pada paruh kedua 2026. Kehadiran robot ini memperlihatkan bagaimana teknologi chip AMD mulai merambah ke ranah robotika dan aplikasi AI fisik di dunia nyata.