
Sukses di Steam, Dev Peak Dapat Apresiasi Unik dari Valve
Isi cerita – Valve ternyata memiliki tradisi internal yang jarang diketahui publik, yaitu mengirimkan sekotak cokelat premium kepada developer yang mencapai ambang pendapatan tertentu di Steam. Tradisi unik ini kembali mencuat setelah diungkap oleh konsultan pemasaran game, Chris Zukowski, dalam sebuah video YouTube yang kemudian diangkat oleh GamesRadar. Praktik ini tidak diumumkan secara resmi dan hanya diketahui oleh sebagian kecil studio yang pernah mengalaminya langsung.
“Baca Juga: Kemkomdigi Peringatkan Risiko Deepfake dari Grok AI di X”
Valve tidak memberikan plakat, sertifikat, atau pengakuan formal lainnya. Sebagai gantinya, developer yang memenuhi kriteria akan menerima sekotak cokelat mewah menjelang akhir tahun. Bagi sebagian studio, kiriman sederhana ini justru menjadi simbol pengakuan tidak resmi dari Valve atas performa bisnis mereka di Steam.
Menurut penjelasan Chris Zukowski, studio yang berhasil meraih pendapatan sekitar US$800 ribu per tahun di Steam secara otomatis masuk ke dalam komunitas eksklusif yang dijuluki “chocolate tier.” Tidak ada pengumuman terbuka atau dokumentasi resmi mengenai tingkatan ini. Developer biasanya baru menyadari keberadaannya ketika paket cokelat tersebut tiba di kantor mereka.
Tradisi ini bersifat konsisten dari tahun ke tahun, meski tetap dijalankan secara senyap. Valve disebut menggunakan pencapaian pendapatan tahunan sebagai indikator utama, bukan jumlah unit terjual atau popularitas game di media sosial. Pendekatan ini memperlihatkan fokus Valve pada keberlanjutan bisnis studio, bukan sekadar sensasi sesaat.
Fenomena chocolate tier juga dikonfirmasi dalam wawancara Game File dengan Aggro Crab, studio pengembang game Peak. Salah satu pendirinya, Nick Kaman, mengungkapkan bahwa timnya sudah lama berharap bisa masuk ke jajaran penerima cokelat tersebut setelah kesuksesan Another Crab’s Treasure.
Namun, meski pendapatan Aggro Crab pada 2024 disebut telah memenuhi ambang batas, cokelat yang dinantikan tak kunjung datang. Kaman mengaku sempat menghubungi Valve melalui email dan hanya menerima permintaan maaf sebagai balasan. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan terlewatnya kiriman tersebut, meski tradisi itu diakui memang ada.
Situasi ini terasa semakin ironis bagi Aggro Crab karena kantor mereka berada di gedung yang sama dengan Mega Crit, pengembang Slay the Spire. Menurut Kaman, Mega Crit menerima cokelat dari Valve setiap tahun tanpa pernah terlewat. Pemandangan paket cokelat yang rutin datang ke studio sebelah menjadi pengingat konstan bahwa Aggro Crab belum sepenuhnya diakui dalam lingkaran elite tersebut.
Kaman bahkan menyebut pengalaman itu dengan nada bercampur antara bercanda dan frustrasi. Ia mengatakan bahwa setiap tahun Mega Crit selalu mendapat cokelat, sementara timnya hanya bisa melihat dari kejauhan. Cerita ini kemudian menjadi salah satu anekdot menarik tentang bagaimana tradisi kecil Valve dapat memiliki dampak emosional yang cukup besar bagi developer indie.
“Baca Juga: ChatGPT Health Diluncurkan, AI Kini Terhubung ke Apple Health”
Nasib Aggro Crab akhirnya berubah pada 2025. Penjualan Peak melonjak tajam di Steam dan memastikan studio tersebut benar-benar menembus jajaran elite chocolate tier. Kali ini, Valve tidak lupa. Sekotak cokelat premium akhirnya tiba di kantor Aggro Crab, menandai pengakuan tidak resmi atas pencapaian mereka.
Kisah ini memperlihatkan sisi unik hubungan Valve dengan developer di ekosistem Steam. Tanpa seremoni besar, tradisi sederhana seperti mengirim cokelat justru menjadi simbol keberhasilan yang sangat bermakna. Di tengah industri game yang sering kali keras dan kompetitif, chocolate tier menjadi contoh bagaimana pengakuan kecil bisa memiliki arti besar bagi studio pengembang.