
PHK Kembali Terjadi, Eidos Montreal Stop Game
Isi cerita – Eidos Montreal kembali melakukan pemutusan hubungan kerja dalam skala besar pada 2026. Langkah ini menjadi gelombang PHK keempat sejak Maret 2025. Industri game AAA yang sedang tidak stabil turut memengaruhi kondisi studio tersebut.
Sebelumnya, PHK juga sempat dilakukan secara diam-diam pada Desember lalu. Situasi ini menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap operasional studio. Kondisi pasar yang menantang membuat banyak pengembang harus melakukan penyesuaian besar.
“Baca Juga: Jepang Uji Kabel Bawah Laut dengan Bandwidth 4x”
Pengumuman PHK kali ini disampaikan melalui akun LinkedIn resmi perusahaan. Setidaknya 124 karyawan terdampak dalam keputusan tersebut.
PHK yang dilakukan tidak hanya menyasar staf produksi tingkat menengah. Tim pendukung juga ikut terdampak dalam restrukturisasi ini. Bahkan, pimpinan studio David Anfossi turut meninggalkan perusahaan.
Manajemen menyebut keputusan ini terkait perubahan kebutuhan proyek yang sedang berjalan. Penyesuaian tersebut memengaruhi struktur tim secara keseluruhan. Dampaknya terasa hingga ke berbagai lini dalam organisasi.
Langkah ini memperlihatkan skala besar perubahan internal yang terjadi. Tidak hanya tenaga kerja, tetapi juga arah kepemimpinan ikut berubah.
PHK massal ini berkaitan langsung dengan pembatalan proyek besar bernama Wildlands. Game tersebut telah dikembangkan sejak 2019 oleh Eidos Montreal. Proyek ini dirancang sebagai game berskala besar dengan ambisi tinggi.
Wildlands disebut sebagai game open world dengan sudut pandang orang ketiga. Genre yang diusung adalah action adventure dengan elemen eksplorasi luas. Proyek ini menjadi salah satu fokus utama studio selama beberapa tahun terakhir.
Namun, setelah tujuh tahun pengembangan, proyek tersebut akhirnya dihentikan. Keputusan ini menjadi pukulan besar bagi tim yang terlibat.
Laporan dari Insider Gaming mengungkap berbagai kendala selama pengembangan Wildlands. Salah satunya adalah perubahan game engine hingga empat kali. Kondisi ini memperlambat proses produksi secara signifikan.
Selain itu, konflik internal terkait arah cerita juga menjadi hambatan. Perbedaan visi membuat pengembangan tidak berjalan optimal. Masalah ini memperumit proses kreatif dalam tim.
Dari sisi finansial, biaya pengembangan terus meningkat drastis. Anggaran proyek disebut telah melampaui satu miliar dolar. Beban biaya tersebut menjadi faktor utama dalam keputusan pembatalan.
“Baca Juga: SanDisk Rilis Optimus PRO 8100 untuk Gaming AAA”
Menurut sumber internal, Wildlands sebenarnya sudah memasuki tahap debugging. Artinya, pengembangan hampir selesai dan siap menuju peluncuran. Target rilis bahkan disebut direncanakan pada akhir tahun ini.
Namun, Embracer Group sebagai induk perusahaan memutuskan menghentikan proyek secara mendadak. Keputusan ini berdampak langsung pada PHK massal di Eidos Montreal.
Selain Wildlands, proyek lain seperti seri Deus Ex baru juga telah dibatalkan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian dalam industri game AAA. Ke depan, studio diharapkan mampu menyesuaikan strategi agar tetap bertahan di tengah tekanan pasar.