
Samsung Luncurkan Sensor 200MP ISOCELL HPC Berteknologi DeepPix
Isi cerita – Samsung memperkenalkan sensor kamera smartphone flagship terbaru bernama ISOCELL HPC. Sensor tersebut menjadi sensor pertama Samsung yang menggunakan teknologi DeepPix. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan menangkap cahaya sekaligus memperluas dynamic range. ISOCELL HPC membawa resolusi 200MP dengan optical format berukuran 1/1,3 inci. Sensor tersebut menggunakan ukuran piksel sebesar 0,6μm untuk menangkap informasi gambar. Samsung mengembangkan sensor ini untuk menghadirkan detail lebih baik dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Fokus utama pengembangannya berada pada kemampuan mempertahankan detail di area terang dan gelap. Teknologi DeepPix menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut. Samsung menyebut teknologi itu memungkinkan setiap piksel menampung lebih banyak cahaya sebelum mengalami overexposure. Kemampuan tersebut berpotensi membantu menghasilkan foto dengan rentang pencahayaan yang lebih luas. Sensor ini juga membawa kemampuan HDR dengan kedalaman pemrosesan hingga 16-bit. Pengembangan tersebut menempatkan ISOCELL HPC sebagai salah satu sensor Samsung untuk smartphone kelas flagship. Namun, Samsung belum mengungkap perangkat pertama yang akan menggunakan sensor tersebut.
“Baca Juga: Netflix Bayar Hampir $100 Juta demi Trailer GTA VI”
Teknologi DeepPix menjadi salah satu fitur utama pada sensor ISOCELL HPC. Samsung merancang teknologi tersebut untuk meningkatkan jumlah cahaya yang dapat diterima setiap piksel. Sensor dapat mempertahankan lebih banyak informasi sebelum area gambar mengalami overexposure. Kemampuan tersebut sangat berguna ketika kamera menghadapi sumber cahaya dengan intensitas tinggi. Area terang dapat mempertahankan detail yang biasanya lebih mudah hilang dalam kondisi tersebut. Pada saat bersamaan, area gelap dapat tetap menampilkan informasi visual dengan lebih jelas. Hasil akhirnya berpotensi menghasilkan gambar dengan rentang pencahayaan yang lebih seimbang.
Samsung juga membekali ISOCELL HPC dengan kemampuan 16-bit HDR. Teknologi HDR membantu sensor menangani perbedaan tingkat pencahayaan dalam satu adegan. Pemrosesan dengan kedalaman 16-bit juga ditujukan untuk menghasilkan gambar dengan noise lebih rendah. Kemampuan tersebut dapat memberikan manfaat ketika kamera digunakan dalam kondisi pencahayaan yang sulit. Namun, kualitas foto akhir tetap bergantung pada pemrosesan gambar di tingkat perangkat lunak. Konfigurasi kamera smartphone juga akan menentukan bagaimana kemampuan sensor dimanfaatkan secara maksimal.
ISOCELL HPC menawarkan kemampuan HDR yang tetap tersedia pada beberapa tingkat in-sensor zoom. Samsung menyebut fitur tersebut dapat digunakan pada pembesaran mulai dari 1x hingga 4x. Tingkat pembesaran yang didukung mencakup 1x, 1,5x, 2x, 3x, dan 4x. Dukungan tersebut dirancang untuk menjaga kualitas gambar tetap konsisten pada berbagai tingkat pembesaran. Kemampuan in-sensor zoom dapat memberikan fleksibilitas tambahan saat mengambil gambar. Pengguna dapat memperoleh pembesaran tanpa selalu bergantung pada kamera telefoto khusus. Sistem tersebut juga berpotensi mempertahankan detail lebih baik dibandingkan pembesaran digital biasa. Samsung mengintegrasikan kemampuan HDR ke beberapa tingkat pembesaran tersebut. Tujuannya adalah menjaga rentang dinamis ketika pengguna berpindah antara tingkat zoom. Konsistensi hasil pada setiap tingkat pembesaran tetap perlu dibuktikan melalui pengujian langsung. Faktor seperti pencahayaan, pemrosesan gambar, dan implementasi perangkat lunak dapat memengaruhi hasil akhir. Karena itu, spesifikasi sensor belum sepenuhnya menggambarkan pengalaman kamera pada smartphone nantinya.
Samsung juga mengembangkan sistem lensa dan light-guiding baru untuk ISOCELL HPC. Sistem tersebut dirancang untuk mengarahkan lebih banyak cahaya menuju setiap piksel sensor. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan sensor dalam menangkap cahaya secara keseluruhan. Kemampuan menangkap cahaya menjadi faktor penting ketika kamera digunakan dalam kondisi redup. Jumlah cahaya yang diterima sensor dapat memengaruhi tingkat detail dan noise pada hasil foto. Sistem light-guiding tersebut menjadi bagian dari pendekatan Samsung untuk meningkatkan efisiensi penerimaan cahaya. Teknologi tersebut juga bekerja bersama DeepPix untuk mendukung kemampuan dynamic range sensor. Kombinasi berbagai teknologi memungkinkan Samsung mengoptimalkan sensor tanpa hanya mengandalkan peningkatan resolusi. Resolusi 200MP memberikan jumlah piksel tinggi untuk menghasilkan gambar dengan detail yang besar. Namun, ukuran piksel tetap menjadi faktor penting dalam kemampuan menangkap cahaya. ISOCELL HPC menggunakan piksel berukuran 0,6μm dalam optical format 1/1,3 inci. Samsung kemudian menggabungkan spesifikasi tersebut dengan sistem optik baru untuk meningkatkan kinerja sensor.
“Baca Juga: iPhone Air 2 Dikabarkan Pakai Chip A20 Pro”
Selain fotografi, ISOCELL HPC juga dirancang untuk kebutuhan perekaman video. Sensor 200MP tersebut mampu merekam video 4K dengan frame rate hingga 180fps. Kemampuan tersebut memungkinkan smartphone menghasilkan rekaman slow-motion dengan gerakan lebih halus. Frame rate tinggi dapat menangkap lebih banyak frame dalam setiap detik perekaman. Rekaman tersebut kemudian dapat diperlambat untuk menampilkan detail gerakan secara lebih jelas. Fitur ini dapat memberikan manfaat bagi pengguna yang sering membuat konten video. Namun, implementasi perekaman 4K 180fps juga bergantung pada kemampuan prosesor smartphone.
Kapasitas penyimpanan dan sistem pendinginan perangkat dapat menjadi faktor pendukung lainnya. Samsung belum mengungkap smartphone pertama yang akan menggunakan sensor ISOCELL HPC. Perusahaan juga belum memberikan informasi mengenai model atau seri perangkat tertentu. Sensor tersebut diperkirakan mulai digunakan pada smartphone yang meluncur menjelang akhir 2026. Jika jadwal tersebut terealisasi, ISOCELL HPC dapat menjadi bagian dari generasi flagship Samsung berikutnya. Untuk saat ini, kemampuan sensor masih perlu dinilai berdasarkan implementasi produk komersial