
Lenovo Legion Pro 7i Hadir dengan CPU Baru dan Harga Naik
Isi cerita – Lenovo resmi menghadirkan versi penyegaran laptop gaming Legion Pro 7i untuk pertengahan 2026. Pembaruan utama berfokus pada penggunaan prosesor Intel terbaru, sementara sebagian besar spesifikasi lainnya tetap dipertahankan.
Meski menawarkan perangkat keras yang lebih baru, harga laptop ini langsung menjadi sorotan. Selisih banderol yang mencapai hampir 2.000 dolar Amerika Serikat dibandingkan model sebelumnya memicu perdebatan mengenai nilai yang ditawarkan.
“Baca Juga: Pokemon Company Pertimbangkan Harga Baru Sejak Switch”
Pembaruan terbesar pada Legion Pro 7i terbaru terletak pada sektor prosesor. Lenovo mengganti Intel Core Ultra 9 275HX yang digunakan sebelumnya dengan Intel Core Ultra 9 290HX Plus.
Di luar perubahan tersebut, konfigurasi perangkat nyaris tidak mengalami perubahan. Laptop ini tetap dibekali layar OLED beresolusi QHD+ dengan refresh rate 240 Hz yang ditujukan untuk pengalaman gaming premium.
Lenovo juga mempertahankan RAM DDR5 berkapasitas 32 GB. Sementara itu, pengolahan grafis masih mengandalkan NVIDIA GeForce RTX 5080 yang menjadi salah satu GPU laptop tercepat saat ini.
Dengan spesifikasi tersebut, Legion Pro 7i tetap menyasar pengguna yang menginginkan performa tinggi untuk bermain game maupun menjalankan beban kerja berat. Namun, perubahan yang relatif terbatas membuat perhatian publik beralih ke aspek harga.
Model Legion Pro 7i terbaru dipasarkan dengan harga resmi sekitar 5.478,99 dolar Amerika Serikat. Lenovo juga menawarkan potongan harga di toko resminya sehingga banderolnya turun menjadi sekitar 4.463,99 dolar Amerika Serikat.
Sebagai perbandingan, Legion Pro 7i generasi sebelumnya dengan GPU GeForce RTX 5080 kini tersedia dengan harga sekitar 2.649 dolar Amerika Serikat setelah mendapatkan diskon besar.
Perbedaan harga kedua model tersebut mencapai hampir 2.000 dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memicu pertanyaan mengenai seberapa besar peningkatan yang benar-benar diperoleh pengguna.
Banyak pengamat menilai selisih harga tersebut cukup sulit dibenarkan jika melihat perubahan spesifikasi yang tersedia. Apalagi sebagian besar komponen utama masih identik dengan model sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat banyak calon pembeli mulai membandingkan rasio harga dan performa kedua perangkat. Model generasi sebelumnya dinilai semakin menarik setelah mengalami penurunan harga.
Secara teknis, Intel Core Ultra 9 275HX dan Intel Core Ultra 9 290HX Plus memiliki konfigurasi yang hampir sama. Kedua prosesor tersebut sama-sama menggunakan 24 core dan 24 thread.
Susunan inti pemrosesnya juga tidak berubah. Intel tetap menghadirkan delapan Performance Core dan enam belas Efficient Core pada kedua model tersebut.
Perbedaan terbesar hanya terdapat pada kecepatan boost clock. Intel Core Ultra 9 290HX Plus mampu mencapai frekuensi hingga 5,5 GHz.
Sementara itu, Intel Core Ultra 9 275HX memiliki boost clock maksimum sebesar 5,4 GHz. Selisih tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan peningkatan harga yang cukup besar.
Berdasarkan perkiraan awal, peningkatan performa prosesor hanya berada di kisaran 6 hingga 7 persen. Dalam penggunaan sehari-hari maupun bermain game, perbedaannya diperkirakan tidak akan terasa signifikan bagi sebagian besar pengguna.
Karena GPU, layar, dan kapasitas memori tetap sama, performa gaming secara keseluruhan juga diperkirakan tidak mengalami lompatan besar. Faktor inilah yang menjadi dasar munculnya perdebatan mengenai nilai produk terbaru Lenovo.
“Baca Juga: vivo Rilis Y500 di Indonesia, Usung Baterai 8.100 mAh”
Kondisi ini juga mencerminkan perubahan yang terjadi di pasar laptop gaming premium. Produsen perangkat keras harus menghadapi kenaikan biaya berbagai komponen, termasuk RAM, SSD, dan komponen pendukung lainnya.
Di sisi lain, stok laptop generasi sebelumnya mulai berkurang. Namun, diskon yang diberikan membuat model lama menawarkan rasio harga dan performa yang lebih menarik.
Situasi tersebut membuat laptop hasil penyegaran seperti Legion Pro 7i terbaru menghadapi tantangan tersendiri. Lenovo perlu meyakinkan konsumen bahwa peningkatan yang diberikan memang sepadan dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Bagi pengguna yang menginginkan perangkat dengan spesifikasi terbaru tanpa kompromi, Legion Pro 7i versi refresh tetap menjadi salah satu laptop gaming paling bertenaga yang tersedia saat ini.
Namun, bagi sebagian besar gamer, Legion Pro 7i generasi sebelumnya kemungkinan menawarkan pilihan yang lebih masuk akal. Dengan selisih performa yang relatif kecil dan perbedaan harga mencapai ribuan dolar Amerika Serikat, model lama dinilai memberikan value yang lebih baik untuk kebutuhan gaming maupun produktivitas.
