
Acer C350e Bawa Desain Unik Mirip Bebek
Isi cerita – Acer C350e hadir sebagai proyektor portabel yang mengutamakan fleksibilitas penggunaan di berbagai tempat. Perangkat ini mampu memproyeksikan gambar hingga ukuran 100 inci dengan resolusi Full HD.
Resolusi yang ditawarkan mencapai 1920 × 1080 piksel. Acer juga membekali C350e dengan tingkat kecerahan 350 ANSI lumens dan rasio kontras 1.000:1.
Menariknya, proyektor ini mampu menerima sumber video hingga resolusi 4K. Namun, resolusi proyeksi maksimalnya tetap berada pada Full HD.
“Baca Juga: OPPO Find X10 Series Siapkan Danxia Sensor Baru”
Kombinasi tersebut membuat C350e lebih cocok untuk kebutuhan hiburan portabel. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk menonton film, bermain gim, atau menampilkan berbagai konten visual.
Acer merancang C350e dengan bodi ringkas untuk memudahkan pengguna memindahkannya. Bobot perangkat tersebut hanya mencapai 0,82 kilogram.
Ukuran tersebut memungkinkan proyektor ditempatkan pada meja atau rak berukuran kecil. Acer juga menghadirkan dudukan berwarna oranye sebagai bagian dari rancangan perangkat.
Dudukan tersebut dapat diputar hingga 360 derajat. Pengguna juga dapat memiringkannya hingga 120 derajat untuk menyesuaikan arah proyeksi.
C350e turut dilengkapi fitur koreksi keystone vertikal otomatis. Fitur four-corner alignment juga tersedia untuk membantu menyesuaikan bentuk gambar.
Kedua fitur tersebut berguna ketika proyektor tidak ditempatkan tepat di depan permukaan proyeksi. Pengguna dapat melakukan penyesuaian gambar tanpa harus memindahkan posisi perangkat secara terus-menerus.
Untuk kebutuhan konektivitas, Acer menyediakan port HDMI 1.4 pada C350e. Perangkat ini juga memiliki USB Type-A 2.0 untuk berbagai kebutuhan pemutaran konten.
Pilihan tersebut memungkinkan pengguna menghubungkan proyektor dengan perangkat sumber yang kompatibel. Sistem audio internal menggunakan dua speaker dengan daya masing-masing 3W.
Pengguna juga dapat menggunakan headphone melalui Bluetooth 5.4. Selain itu, Acer menyediakan jack audio berukuran 3,5 mm.
Remote bawaan C350e memiliki fitur AI berbasis Google Gemini. Remote tersebut juga dapat menampilkan foto dan widget ketika proyektor sedang tidak digunakan.
Fitur tersebut memberikan fungsi tambahan ketika perangkat berada dalam kondisi siaga. C350e tidak hanya berfungsi sebagai perangkat proyeksi, tetapi juga menawarkan sejumlah fitur pintar.
C350e dirancang sebagai proyektor yang dapat beroperasi menggunakan baterai. Konsep tersebut membuat perangkat lebih fleksibel dibandingkan proyektor yang sepenuhnya bergantung pada sumber listrik.
Namun, Acer belum mengungkap kapasitas baterai yang digunakan. Informasi mengenai daya tahan baterainya juga belum tersedia. Ketiadaan informasi tersebut membuat durasi penggunaan tanpa sambungan listrik belum dapat dipastikan. Pengguna masih perlu menunggu spesifikasi lengkap dari Acer.
Dengan bobot 0,82 kilogram, aspek portabilitas menjadi salah satu daya tarik utama C350e. Dudukan yang fleksibel juga mendukung penggunaan perangkat pada berbagai posisi.
Kemampuan menerima sumber 4K turut memberikan fleksibilitas tambahan. Meski demikian, gambar yang diproyeksikan tetap memiliki resolusi maksimal Full HD.
“Baca Juga: POCO Pad C1 Resmi Masuk Indonesia, Harga Rp2 Jutaan”
Acer menjadwalkan C350e untuk memasuki pasar pada kuartal pertama 2027. Harga awal perangkat tersebut ditetapkan sebesar 199 euro.
Jika dikonversi secara kasar, harga tersebut berada di kisaran Rp3,8 jutaan. Harga tersebut dapat berbeda ketika perangkat memasuki pasar Indonesia.
C350e menawarkan kombinasi resolusi Full HD, desain ringan, serta dudukan yang fleksibel. Fitur koreksi gambar juga membantu penggunaan pada ruang dengan posisi proyektor terbatas.
Konektivitas HDMI dan USB membuat perangkat dapat terhubung dengan berbagai sumber konten. Sementara itu, speaker internal dan Bluetooth 5.4 memberikan pilihan audio yang cukup beragam.
Informasi mengenai baterai dan daya tahan masih menjadi bagian yang belum terungkap. Acer diharapkan memberikan detail tersebut menjelang peluncuran resminya pada 2027.