
Honor Rilis Win Series untuk Perkuat Pasar Ponsel Gaming
Isi cerita – Honor kembali membuat gebrakan besar di segmen ponsel gaming dengan meluncurkan dua perangkat terbarunya, Honor Win dan Honor Win RT, di pasar Tiongkok pada 26 Desember 2025. Kehadiran duo smartphone ini langsung menarik perhatian publik, bukan hanya karena spesifikasi kelas atas yang dibawanya, tetapi juga karena terobosan signifikan di sektor daya lewat penggunaan baterai silikon-karbon berkapasitas masif 10.000 mAh. Angka tersebut jauh melampaui standar baterai smartphone saat ini yang umumnya berkisar di 5.000–6.000 mAh, sehingga wajar jika peluncuran Honor Win series dianggap sebagai langkah ambisius dan visioner dalam industri ponsel.
“Baca Juga: File Explorer Windows 11 Insider Kini Lebih Hemat RAM”
Honor Win dan Honor Win RT sama-sama dibekali layar OLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi Full HD Plus serta dukungan HDR10+. Namun, yang paling mencolok adalah klaim tingkat kecerahan puncak hingga 6.000 nits. Angka ini jelas memicu perdebatan: apakah pengguna benar-benar membutuhkan layar seterang itu?
Dalam konteks penggunaan sehari-hari, kecerahan setinggi ini memang jarang terpakai. Namun bagi gamer mobile yang kerap bermain di luar ruangan atau di bawah cahaya matahari langsung, kecerahan ekstrem tersebut memberikan visibilitas yang jauh lebih baik. Selain itu, layar ini juga mendukung PWM dimming 5.920 Hz, yang berfungsi mengurangi flicker pada tingkat kecerahan rendah. Fitur ini penting untuk kenyamanan mata, terutama saat bermain game dalam waktu lama atau di kondisi minim cahaya.
Perbedaan paling jelas antara Honor Win dan Honor Win RT terletak pada sektor dapur pacu. Honor Win diposisikan sebagai varian flagship dengan mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Prosesor terbaru yang diklaim mampu mencetak skor AnTuTu hingga 4,4 juta poin. Ini menempatkannya di jajaran teratas performa smartphone saat ini.
Sementara itu, Honor Win RT menggunakan Snapdragon 8 Elite generasi sebelumnya. Meski satu tingkat di bawah, chipset ini tetap sangat mumpuni untuk gaming berat dan multitasking. Kedua perangkat sama-sama dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16 GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1 TB, memastikan pengalaman gaming, streaming, dan produktivitas berjalan tanpa hambatan.
Di sektor kamera, Honor Win tampil lebih ambisius dengan konfigurasi tiga kamera belakang: kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera telefoto 50 MP dengan zoom optik, serta kamera ultrawide 12 MP. Sebaliknya, Honor Win RT hanya mengandalkan kamera utama dan ultrawide 50 MP.
Kehadiran kamera telefoto pada ponsel gaming memang memunculkan pertanyaan soal relevansi. Namun, Honor tampaknya ingin menempatkan Honor Win sebagai perangkat serba bisa—tidak hanya unggul dalam gaming, tetapi juga mumpuni untuk fotografi dan penggunaan harian.
Fitur lain yang tak kalah menarik adalah sistem pendinginan aktif berupa kipas internal dengan kecepatan hingga 25.000 RPM. Honor mengklaim teknologi ini mampu menjaga suhu perangkat tetap stabil meski digunakan untuk sesi gaming panjang dengan beban berat.
Meski demikian, konsep kipas internal di smartphone masih menuai pro dan kontra. Sebagian pengguna melihatnya sebagai solusi konkret untuk masalah thermal throttling. Sementara yang lain menganggapnya sekadar gimmick pemasaran yang berpotensi menambah kompleksitas dan konsumsi daya.
Baterai silikon-karbon 10.000 mAh menjadi nilai jual utama kedua perangkat ini. Untuk pengisian daya, keduanya mendukung fast charging kabel hingga 100 watt. Khusus Honor Win, tersedia pula pengisian nirkabel hingga 80 watt—fitur premium yang tidak dimiliki Honor Win RT. Sekaligus menegaskan segmentasi keduanya.
“Baca Juga: Microsoft Tegaskan Xbox Tak Dibebani Target Laba 30%”
Honor Win dibanderol mulai 3.999 yuan (sekitar Rp 9,5 juta) hingga 5.299 yuan (sekitar Rp 12,6 juta), sementara Honor Win RT diposisikan lebih terjangkau dengan harga mulai 2.699 yuan (sekitar Rp 6,4 juta) hingga 3.999 yuan (sekitar Rp 9,5 juta).
Dengan kombinasi baterai raksasa, layar super terang, performa tinggi, dan fitur gaming agresif, Honor Win dan Win RT menunjukkan keseriusan Honor dalam mendefinisikan ulang standar ponsel gaming. Pertanyaannya kini bukan lagi soal spesifikasi, melainkan apakah pasar siap menerima smartphone dengan pendekatan ekstrem seperti ini.