
Steam Machine Dikritik Shuhei Yoshida Soal Performa
Isi cerita – Mantan petinggi PlayStation Studios, Shuhei Yoshida, membagikan kesan pertamanya setelah berkesempatan mencoba Steam Machine buatan Valve. Perangkat yang kembali menjadi perbincangan di kalangan penggemar game itu mendapat sejumlah apresiasi, tetapi juga tidak lepas dari kritik. Berdasarkan pengalaman menggunakan perangkat tersebut selama beberapa jam, Yoshida menilai masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dari sisi performa dan pengalaman penggunaan.
“Baca Juga: Sony Dikritik Usai Dikabarkan Stop Produksi Game Fisik”
Dalam komentarnya, Yoshida menyebut performa Steam Machine belum memberikan kesan yang benar-benar istimewa. Menurutnya, kemampuan perangkat tersebut masih terasa terbatas untuk sebuah mesin gaming modern.
Ia mengatakan resolusi permainan yang dicapai hanya mentok di 1080p. Pengalaman tersebut bahkan mengingatkannya pada era konsol PlayStation 4 yang dirilis lebih dari satu dekade lalu.
Selain kualitas visual, Yoshida juga memperhatikan waktu pemuatan pada beberapa game. Menurutnya, masih ada judul yang membutuhkan proses peluncuran cukup lama sebelum dapat dimainkan.
Pengamatan tersebut membuatnya menilai performa Steam Machine belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sebagai perangkat gaming terbaru. Meski begitu, ia tidak menilai pengalaman bermain secara keseluruhan sebagai sesuatu yang buruk.
Tidak hanya mengomentari perangkat utama, Yoshida juga memberikan penilaian terhadap Steam Controller yang digunakan bersama Steam Machine.
Menurutnya, stik analog pada kontroler terasa terlalu longgar saat digunakan bermain. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi kenyamanan ketika mengendalikan karakter dalam permainan.
Ia juga mengkritik trackpad bawaan Steam Controller. Yoshida merasa tingkat sensitivitasnya terlalu tinggi sehingga membutuhkan penyesuaian lebih lama bagi pengguna yang baru mencobanya.
Selain aspek ergonomi, Yoshida turut menyoroti harga Steam Machine. Menurutnya, banderol perangkat tersebut tergolong cukup tinggi apabila dibandingkan dengan spesifikasi perangkat keras yang ditawarkan.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa ia masih melihat adanya ruang bagi Valve untuk meningkatkan keseimbangan antara harga dan performa produk.
Di balik berbagai kritik yang disampaikan, Yoshida tetap memberikan apresiasi terhadap sejumlah pendekatan yang diterapkan Valve pada Steam Machine.
Ia memuji antarmuka pengguna atau user interface yang dinilainya tampil menarik dan mudah digunakan. Navigasi perangkat juga dianggap memberikan pengalaman yang nyaman saat mengakses berbagai fitur.
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian Yoshida adalah kemampuan menyalakan PC hanya melalui satu tombol pada controller. Menurutnya, fitur tersebut sangat praktis dan membuat pengalaman menggunakan perangkat menjadi lebih sederhana.
Steam Controller juga mendapatkan nilai tambah berkat desain pelat yang dapat diganti. Fleksibilitas tersebut dinilai memberikan pilihan bagi pengguna yang ingin menyesuaikan perangkat dengan preferensi masing-masing.
Selain itu, Steam Machine memungkinkan koleksi game Steam dimainkan langsung di ruang tamu tanpa harus menggunakan komputer desktop berukuran besar. Fitur tersebut menjadi salah satu keunggulan yang menurut Yoshida layak diapresiasi.
“Baca Juga: Samsung Garap Galaxy Ring 2, Pengembangan Dikonfirmasi”
Pada akhir komentarnya, Yoshida mengungkapkan bahwa ia tetap menikmati penggunaan Steam Machine meskipun memiliki beberapa catatan mengenai performa dan perangkat kerasnya.
Menurutnya, salah satu kelebihan terbesar perangkat tersebut adalah desainnya yang ringkas. Ukuran yang compact membuat Steam Machine mudah ditempatkan di berbagai sudut ruangan tanpa memakan banyak tempat.
Ia juga menyebut tingkat kebisingan perangkat sangat rendah selama digunakan. Operasi yang senyap membuat pengalaman bermain menjadi lebih nyaman, terutama ketika ditempatkan di ruang keluarga.
Bahkan, Yoshida berseloroh bahwa Steam Machine mendapat persetujuan dari istrinya untuk dipajang di ruang tamu karena bentuknya yang kecil dan tidak mengganggu suasana ruangan.
Komentar Yoshida memperlihatkan bahwa Steam Machine menawarkan sejumlah keunggulan dari sisi desain, antarmuka, dan kemudahan penggunaan. Namun, ia juga menilai Valve masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan performa, kualitas controller, serta menghadirkan harga yang lebih sebanding dengan spesifikasi perangkat keras yang ditawarkan.