
Roblox Rilis Tools AI untuk Bikin Game dari Teks
Isi cerita – Roblox memperkenalkan Build, fitur berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mempermudah proses pembuatan game. Melalui aplikasi mobile ini, pengguna dapat membuat game sederhana hanya dengan memasukkan perintah dalam bentuk teks.
Peluncuran Build menjadi langkah terbaru Roblox dalam memperluas ekosistem konten buatan pengguna atau user-generated content (UGC). Perusahaan ingin mengurangi hambatan teknis yang selama ini membuat banyak orang kesulitan mengembangkan game.
Dengan memanfaatkan AI, Roblox berharap lebih banyak pengguna dapat berkreasi tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman atau desain tingkat lanjut.
“Baca Juga: Stok RAM CXMT Ludes, Brand PC Booking hingga 2027″
Build memungkinkan pengguna membuat fondasi sebuah game hanya dari deskripsi singkat. Pengguna cukup mengetikkan konsep permainan yang diinginkan melalui aplikasi mobile.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta AI membuat petualangan di dalam hutan atau permainan puzzle dengan tema tertentu. Setelah menerima perintah tersebut, sistem akan menghasilkan game sederhana yang dapat langsung dimainkan.
Fondasi permainan yang dibuat AI juga dapat diuji, dikembangkan, dan dimodifikasi sesuai kebutuhan kreator. Setelah proses penyempurnaan selesai, game dapat dipublikasikan ke platform Roblox.
Pendekatan ini bertujuan memangkas proses pengembangan yang biasanya memerlukan banyak tahapan teknis. Dengan demikian, kreator pemula dapat lebih fokus pada ide dan konsep permainan.
Roblox menilai proses pembuatan game masih menjadi tantangan bagi sebagian besar pengguna. Meski game engine modern semakin mudah dipelajari, kemampuan pemrograman, desain, dan pembuatan aset tetap menjadi hambatan utama.
Build memanfaatkan kombinasi model AI milik Roblox dan berbagai model open source. Teknologi tersebut bekerja sama untuk menghasilkan berbagai elemen yang dibutuhkan dalam sebuah game.
AI mampu membantu menyusun mekanisme gameplay berdasarkan konsep yang dimasukkan pengguna. Sistem juga dapat membuat desain lingkungan sesuai tema permainan.
Selain itu, Build mendukung pembuatan karakter, gaya visual, efek suara, serta berbagai objek dalam game. Fitur ini juga dapat menghasilkan cutscene tiga dimensi sebagai bagian dari pengalaman bermain.
Pada saat yang sama, Roblox turut memperkenalkan sejumlah alat AI baru untuk Roblox Studio. Fitur-fitur tersebut ditujukan bagi kreator yang telah memiliki pengalaman lebih tinggi.
Roblox Studio kini memperoleh dukungan agen AI untuk membantu proses playtesting. Selain itu, tersedia pula alat analisis data dan berbagai eksperimen guna meningkatkan tingkat keterlibatan pemain atau engagement.
Penambahan fitur tersebut menunjukkan bahwa Roblox tidak hanya menyasar kreator pemula. Perusahaan juga terus menghadirkan alat baru bagi pengembang yang ingin mengembangkan proyek secara lebih mendalam.
Roblox mengumumkan bahwa Build akan memasuki tahap public alpha mulai 28 Juli. Peluncuran perdana dilakukan untuk pengguna yang berada di Selandia Baru.
Setelah tahap awal selesai, Roblox berencana memperluas ketersediaan Build ke wilayah lain secara bertahap. Jadwal peluncuran global akan diumumkan pada tahap berikutnya.
Fitur ini dapat digunakan oleh akun Roblox yang telah terverifikasi dan berusia minimal sembilan tahun. Namun, terdapat syarat tambahan untuk proses publikasi game.
Roblox menetapkan bahwa hanya pengguna terverifikasi berusia 16 tahun ke atas yang dapat menerbitkan game hasil Build ke platform. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keamanan serta kualitas ekosistem kreator.
Perusahaan juga memastikan bahwa versi dasar Build dapat digunakan secara gratis. Meski demikian, Roblox berencana menyediakan opsi berbayar bagi kreator yang membutuhkan fitur tambahan pada masa mendatang.
“Baca Juga: Konsumsi Listrik TSMC Tembus 9%, Diminta Mandiri Energi”
Peluncuran Build menjadi bagian dari strategi Roblox untuk memperluas jumlah kreator di platformnya. Dengan mengurangi hambatan teknis, lebih banyak pengguna diharapkan dapat mulai membuat game sendiri.
Meski menawarkan proses yang jauh lebih sederhana, kemunculan AI juga menghadirkan tantangan baru. Semakin mudahnya pembuatan game berpotensi meningkatkan jumlah konten instan yang minim inovasi.
Roblox menyadari risiko tersebut dan menegaskan bahwa sistem rekomendasinya tidak hanya mempertimbangkan kecepatan pembuatan game. Platform akan tetap memprioritaskan permainan yang mampu mempertahankan pemain dalam jangka panjang.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kualitas pengalaman bermain tetap menjadi fokus utama perusahaan. Build diharapkan menjadi alat yang membantu memperluas kreativitas pengguna tanpa mengorbankan standar konten di dalam ekosistem Roblox.
