
PS Store Dibersihkan Sony, Ribuan Game Shovelware Hilang
Isi cerita – Sony PlayStation mengambil langkah tegas dengan membersihkan PlayStation Store dari konten shovelware. Lebih dari 1.000 game dihapus dari etalase digital tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas katalog. Langkah ini muncul setelah keluhan komunitas terkait maraknya game tiruan yang menunggang popularitas judul populer, salah satunya clone bertema horor yang ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir.
“Baca Juga: Interogasi Ammar Zoni, Penyidik Tegaskan Tanpa Penyiksaan”
Pembersihan ini secara spesifik menghapus seluruh katalog milik ThiGames, publisher yang dikenal memproduksi shovelware dalam jumlah masif. Sebelumnya, sebanyak 1.194 judul ThiGames tercatat tersedia di PlayStation Store, menjadikannya salah satu publisher dengan jumlah game terbanyak di PSN. Sebagian besar judul tersebut hanya menghadirkan variasi berulang dengan perbedaan minimal antargame, baik dari sisi gameplay, aset visual, maupun struktur level. Praktik ini memicu kritik dari komunitas karena dinilai membanjiri etalase digital dengan konten berkualitas rendah. Langkah pembersihan tersebut dipandang sebagai upaya meningkatkan kualitas kurasi, memperbaiki pengalaman pengguna. Serta memberi ruang lebih adil bagi pengembang lain yang menawarkan karya dengan nilai produksi dan kreativitas lebih tinggi.
Mayoritas game ThiGames hadir dengan formula yang hampir identik, seperti seri “Jumping” yang hanya membedakan objek dan latar visual sementara mekanik permainannya tetap sama. Pola produksi semacam ini membuat katalog mereka dinilai tidak memberikan nilai tambah yang berarti bagi pemain. Banyak judul dirilis dalam waktu singkat dengan kualitas produksi yang rendah serta minim perhatian terhadap desain, keseimbangan, atau pengalaman bermain yang berkelanjutan. Selain itu, pengembang jarang menghadirkan pembaruan atau perbaikan pascarilis. Praktik ini memicu kritik dari komunitas karena dianggap memanfaatkan celah sistem publikasi demi kuantitas, bukan kualitas. Akibatnya, reputasi ThiGames lebih sering dikaitkan dengan shovelware daripada karya kreatif yang layak diapresiasi.
Komunitas PlayStation kerap menyebut game-game ThiGames sebagai “ladang trophy”. Banyak judulnya sengaja dirancang sangat mudah untuk meraih platinum trophy. Bahkan, promosi resmi di media sosial sering menonjolkan fitur trophy stack sebagai daya tarik utama. Alih-alih pengalaman bermain atau kualitas konten.
Pendekatan ini menuai beragam reaksi dari pemain. Sebagian kolektor trophy menyambutnya, sementara pemain lain mengkritik praktik tersebut karena dinilai mereduksi nilai pencapaian dan merusak ekosistem trophy secara keseluruhan.
“Baca Juga: Ryzen AI 400 Hadir Lebih Cepat dari Panther Lake”
Langkah Sony ini diduga selaras dengan inisiatif lintas platform bertajuk “Shared Commitment to Safer Gaming”, yang melibatkan kerja sama antara Sony Interactive Entertainment, Xbox, dan Nintendo. Jika konsisten diterapkan, kebijakan ini bisa menjadi penanda berakhirnya dominasi shovelware di platform konsol, sekaligus meningkatkan standar kualitas game yang tersedia bagi pengguna.