
Indra Bekti Turun 12 Kg Usai Diet karena Fatty Liver
Isi cerita – Presenter Indra Bekti sukses menurunkan berat badan sebanyak 12 kilogram setelah didiagnosis mengalami fatty liver atau perlemakan hati. Kondisi medis ini menjadi peringatan serius bagi pria berusia 47 tahun tersebut untuk segera mengubah gaya hidupnya. Ia memulai proses penurunan berat badan sejak April lalu, bertepatan dengan momen Ramadan. Menurut Bekti, penyakit lambung yang dialaminya memicu kesadaran akan pentingnya pola makan sehat. Hasilnya, ia kini merasa tubuhnya lebih ringan, segar, dan penampilannya lebih terjaga.
“Baca Juga: Hell Let Loose: Vietnam Rilis Trailer, Ungkap Mode dan Fitur Baru”
Bekti mengaku bahwa pola makan menjadi faktor utama keberhasilannya menurunkan berat badan dari 78 kilogram menjadi 66 kilogram. Ia menghentikan konsumsi makanan berlemak dan gorengan, menggantinya dengan makanan rebus dan tinggi serat. Selain itu, ia rutin mengonsumsi suplemen pagi dan malam untuk membantu sistem pencernaan dan mempercepat metabolisme. “Makanannya enggak yang berlemak lagi, enggak gorengan. Sekarang lebih ke rebusan dan suplemen serat,” ujarnya. Konsistensi dan disiplin dalam menjaga pola makan terbukti membuat tubuhnya terasa lebih sehat dan ringan.
Meskipun mengaku kurang menyukai olahraga, Bekti tetap berusaha untuk aktif secara fisik. Aktivitas fisik yang ia lakukan sederhana, seperti berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Ia menyadari bahwa olahraga penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh, terutama dalam mendukung fungsi hati dan metabolisme tubuh. “Aku malas olahraga, jadi lebih ke jaga makan. Tapi olahraga tetap penting, minimal jalan-jalan di mal,” jelasnya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup tidak selalu harus ekstrem, namun tetap bisa efektif jika dijalankan secara konsisten.
Penurunan berat badan Indra Bekti tidak hanya berdampak pada angka timbangan, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatannya secara menyeluruh. Ia mengungkapkan bahwa tubuhnya terasa lebih nyaman dan bugar setelah mengubah gaya hidup. Bekti juga pernah mengalami masalah kolesterol yang berkaitan dengan fatty liver, sehingga pola makan sehat menjadi keharusan. “Badannya jadi lebih enak, lebih sehat. Harus jaga asupan makanan biar enggak kambuh lagi,” ungkapnya. Perubahan ini juga terlihat dari penampilan fisik yang tampak lebih segar dan bertenaga, sesuatu yang ia syukuri.
“Baca Juga: Tourist Wallet Thailand, Dompet Digital Terima QR dan Kripto”
Fatty liver merupakan kondisi medis akibat penumpukan lemak berlebih di hati dan dapat memicu komplikasi serius jika dibiarkan. Menurut data WHO dan Kementerian Kesehatan, fatty liver semakin umum terjadi akibat pola makan tinggi lemak dan kurang aktivitas fisik. Indra Bekti menjadi contoh bahwa perubahan sederhana seperti menghindari makanan berminyak dan memperbanyak serat dapat memberikan dampak besar. Ia berharap langkah ini bisa menginspirasi orang lain untuk lebih peduli pada kesehatan sejak dini. “Alhamdulillah setelah menjaga makan, badannya terjaga, penampilan juga lebih bagus dan sehat,” tutupnya.