
Alasan Keamanan, Queen Putuskan Hentikan Tur AS
Isi cerita – Gitaris legendaris Queen, Brian May, menyatakan bandnya tidak akan lagi menggelar tur di Amerika Serikat. Keputusan tersebut diambil karena Brian menilai situasi keamanan di Amerika saat ini terlalu berbahaya. Ia menyebut faktor keselamatan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan lokasi tur. Brian merasa kondisi Amerika sudah tidak seaman sebelumnya. Pernyataan ini mengejutkan penggemar Queen di kawasan tersebut. Amerika memiliki peran penting dalam perjalanan awal karier Queen. Namun, Brian menilai kondisi saat ini sangat berbeda dari masa lalu. Ia menegaskan keselamatan personel dan kru menjadi prioritas utama.
“Baca Juga: Isu Pajak Kim Seon Ho, Agensi Beri Penjelasan Resmi”
Brian May mengungkapkan pandangannya tentang Amerika Serikat dalam wawancara media. Ia menyebut Amerika sebagai tempat yang berbahaya saat ini. Pernyataan tersebut dikutip oleh Daily Mail. Meski Queen terakhir kali tur di Amerika pada 2023, pandangannya kini berubah. Tur tersebut dilakukan bersama vokalis Adam Lambert. Brian mengaku sedih karena Queen tumbuh besar di Amerika. Menurutnya, banyak orang kini berpikir dua kali untuk berkunjung. Ia menilai risiko keamanan tidak bisa diabaikan. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor. Brian menyebut keputusan tersebut tidak diambil secara emosional.
Pengurangan jadwal tur membawa dampak positif bagi kehidupan pribadi Brian May. Istri Brian, Anita Dobson, menyambut baik keputusan tersebut. Anita mengaku sering membujuk Brian agar berhenti tur. Ia ingin suaminya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Brian May telah puluhan tahun menjalani kehidupan panggung. Aktivitas tur intens sering membuatnya jauh dari keluarga. Keputusan ini dianggap memberi keseimbangan hidup. Brian tidak menampik faktor keluarga memengaruhi keputusannya. Ia menyebut waktu bersama keluarga semakin penting. Keputusan ini memberi ruang istirahat setelah karier panjang.
Selain soal Amerika, Brian May menegaskan tidak akan tampil di Festival Glastonbury. Penolakan tersebut bukan disebabkan alasan musik. Brian menyebut perbedaan prinsip politik sebagai alasan utama. Ia dikenal sebagai aktivis lingkungan dan pembela hak hewan. Brian menentang pemusnahan badger dan rubah. Ia tidak setuju dengan sikap penyelenggara Glastonbury, Michael Eavis. Michael Eavis mendukung pemusnahan badger untuk mencegah penyakit sapi. Bagi Brian, membunuh hewan tidak dapat ditoleransi. Sikap ini mencerminkan konsistensi prinsip pribadinya. Brian menegaskan tidak akan mengorbankan nilai yang ia pegang.
“Baca Juga: Krisis Storage Dorong ReRAM Jadi Solusi Alternatif”
Sejak 2012, Brian May dan drummer Roger Taylor berkeliling dunia sebagai Queen plus Adam Lambert. Mengenai rencana ke depan, Brian mengaku belum memiliki kepastian. Ia menyebut masa depan Queen dijalani hari demi hari. Brian belum tahu kapan Queen akan kembali ke panggung. Meski demikian, ia memberi kabar gembira bagi penggemar. Brian mengisyaratkan adanya proyek musik baru. Proyek tersebut mencakup pengerjaan ulang album Queen II. Ia juga menyebut rekaman lama yang belum dirilis. Materi arsip tersebut dinilai layak didengar publik. Queen tetap berupaya hadir melalui karya musik baru.